Mixdown Rilis Album Pertama, 10 Lagu Berisi Kritikan Sosial

Metro- Ditengah merebaknya Virus Covid -19 tidak menyurutkan Mixdown band Hardcore asal Kota Metro untuk menelurkan album nya.

Untuk diketahui band yang berdiri pada awal tahun 2017 tersebut digawangi oleh Toranx Silaban (vokal) ,Heru Nugroho (Guitar) dan Novriadie (Drum). Ditangan mereka aliran musik yang bergenre Hardcore mampu dipadukan dengan musik Metal dan Blues sehingga membuat hentakan musik yang ” Fresh dan Easy Listening” sehingga membius telinga para pencinta musik.

Kaption : Mixdown merilis album pertama dengan 10 lagu yang berisikan kritikan sosial dan motivasi untuk bangkit bersama.

Toranx Silaban vokalis Mixdown saat diwawancarai mengatakan bahwa bandnya (Mixdown,red) akan merilis album pertamanya pada tanggal 1 Mei 2020 bertepatan dengan hari Buruh Nasional.

” Tanggal 1 Mei ini album yang kami garap selama tiga tahun terakhir akan kami rilis.
Band yang kami bangun ini memiliki latar belakang genre musik Hardcore, Metal dan Blues yang dibalut menjadi satu dengan resep ‘fresh’ dan ‘easy listening’.
Jadi semua influence yang menjadi referensi dilebur menjadi satu di narasi album kami ini,” jelasnya.

Vokalis Mixdown Toranx Silaban

Lebih lanjut pria yang memiliki suara yang berkarakter tersebut juga mengatakan bahwa proses demi proses mereka lewati selayaknya band yang memulai karirnya di industri musik.

” Di hari Buruh Nasional, kami akan merilis album yang berjudul Broken Down Morality. Di album yang berisi 10 track lagu tersebut berisi tentang kritik sosial berupa teriakan dan motivasi untuk bangkit bersama,” ujarnya.

Toranx juga menambahkan untuk menyelesaikan album ini tak luput dari bantuan dan dukungan dari beberapa kawan yang selalu memberikan support agar karya mereka dapat di telurkan menjadi sebuah album.

” Kami sangat bersyukur dan terimakasih atas support yang diberikan beberapa teman komunitas yang sangat berperan dan berkompeten terlibat dalam proses pembuatan karya musik kami. Dan kami juga berharap kedepannya ajaran ini dapat terus berlangsung di scene Metro Underground Community,” ungkapnya.

Toranx juga merinci mengenai proses rekaman, mixing dan mastering yang dikerjakan sendiri oleh sang gitaris ‘Heru Nugroho’ di Concerto Studio.

” Di Studio Concerto proses rekaman,mixing dan mastering untuk album pertama Mixdown dikerjakan sendiri oleh gitaris kami yang kebetulan merupakan owner studio Concerto tersebut.Sedangkan untuk design artwork cover album dipercayakan kepada Agus Supriyatna, pembuatan merchandise berupa kaos band di garap oleh Mashol Studio Kaos, pemasaran di bantu oleh Lordz Merch. Dan untuk diketahui yang terlibat dalam terciptanya album kami itu semua asli pemuda Kota Metro,” jelasnya seraya mengatakan untuk Produksi dan duplikasi CD mereka mempercayakan Lokananta Records ( Solo ) studio rekaman pertama yang ada di Indonesia dan dirinya lah (Toranx Silaban, vocalis ) yang mampu membangun akses produksi dan duplikasi disana.

Terakhir Toranx mengatakan di masa pandemi covid-19 saat ini, Mixdown secara tidak langsung mengajak kawan – kawan musik Lampung untuk tetap terus berkarya.

” Saat di rumah saja inilah dapat diisi dengan hal yang positif dan tetap berprilaku hidup sehat sesuai anjuran dari Pemerintah. Dengan begitu semua tetap sehat dan dapat terus berkarya,” tandasnya.
Dari Kota Metro mereka berteriak tentang kehidupan alam dan manusia. (one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *