Walikota Herman HN Geram, Banyak Leasing dan Bank Tidak Indahkan Intruksi Presiden

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Banyaknya laporan dari warga Bandarlampung, terkait relaksasi dan penangguhan kredit, yang penagihannya masih dilakukan secara normal oleh Bank dan Leasing di Bandarlampung, membuat Walikota Bandarlampung, Herman HN geram.

Pasalnya, di masa pandemi Corona saat ini, perusahaan perbankan tidak mengindahkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait kebijakan relaksasi kredit. “Oh nggak bisa itu, harus ikut. Nggak bisa, harus ikutin presiden,” tegas Herman HN, saat dijumpai di Kator Pemerintahan setempat, Rabu (8/4).

Padahal, sebelumnya Pemkot Bandarlampung telah mendorong kebijakan melalui surat edaran walikota beberapa waktu lalu. Namun tampaknya Inpres yang dikeluarkan Joko Widodo atas kebijakan itu tak berjalan dengan mulus di Kota Bandarlampung. “Presiden itu tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kalau instruksi dia sudah begitu ya harus diikutin,” ujar dia.

Meski demikian, Herman HN mengungkapkan, dalam hal ini pemerintah daerah tidak memiliki wawenang penuh terkait hal tersebut. Menurutnya instruksi tangguhan kredit merupakan di bawah pelaksanaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Tanya OJK. OJK itu lah leading sektornya,” tuturnya.

Namun apabila kebijakan presiden tak kunjung diindahkan, pihaknya akan meneruskan persoalan ini ke Presiden. “Kita akan buat terusan ke Presiden, berarti instrusksi Presiden tidak diindah oleh perbankan milik negara. Inpres itu, Presiden sudah ngomong di mana-mana,” pungkasnya.

Di sisi lain, masyarakat banyak yang mengeluh atas kebijakan presiden yang belum berlaku di lapangan. Salah satunya, pengemudi ojek online, Denny Ahmadi, warga Rajabasa tetap dipaksa untuk membayar angsuran kredit motor.

Padahal dirinya berstatus orang dalam pantauan (ODP) dan harus menjalankan karantina mandiri selama 14 hari.

Pihaknya bersama driver ojek online lain telah berupaya menyambangi Kantor perusahaan Bussan Auto Finance (BAF) guna meminta keterangan lebih lanjut, Selasa (7/4) kemarin, namun sayangnya tidak digubris.(enj)

40 tanggapan untuk “Walikota Herman HN Geram, Banyak Leasing dan Bank Tidak Indahkan Intruksi Presiden

  • April 8, 2020 pada 8:53 am
    Permalink

    Sya jg pny tgihan kredit di bank pringsewu.
    Sdah seminggu ini wrung sy sepi pembeli. Jgankan untk byr tgihan untk mkn hri2 aj kurang
    Sy sdah brtny ktanya klo mw dpt keringanan sesuai instruksi presiden hrs ad srt ket dri dktr bhwa sya trkena covid.
    Mhn solusi kpda pihak brwenang. Trims

    Balas
  • April 8, 2020 pada 9:11 am
    Permalink

    Wahhhh,parah sekali ini instansi perbankan,dan leasing….harus nya ,mereka jngan berpegang dg ,yg hanya terkena virus,dan harus melihat akibat dan atau yg terkena dampak virus…tolong lah ,instansi negara yg di bawah ojk,i turuti apa kata panutan kita yaitu presiden

    Balas
  • April 8, 2020 pada 9:33 am
    Permalink

    Gimana dengan angsuran koprasi mekar pak knp masih disurh byr angsuran jg

    Balas
  • April 8, 2020 pada 9:35 am
    Permalink

    Di tempat kami desa banjarmasin kec bulok kab tanggamus,masih bnyak kerumunan,untuk prkumpulan storan sprti syariah,mekar,…
    Mreka mengengeluh cra membayar angusaran sedang kan di himbau untuk di rmh sja tdak keluar rumah.jdi gmn mreka mau membayaran angusaran sedangkan krja pun tidak krna hibauan pemerintah..

    Balas
  • April 8, 2020 pada 9:52 am
    Permalink

    Sama aj pak lesing di łmpung ini gk ada yg menjalnkn inpres maupun imbauan walikota ….ada tp dipersulit berartikan sama aja gk menjalankn klo ditanya ini kebijakan dari pusat katanya….

    Balas
  • April 8, 2020 pada 9:54 am
    Permalink

    Sya jg slh stu psien ODP yg msih punya angsuran Di lesing ACC sampai saat ini pihak lesing msih ja memberlkukn denda… Ngsuran 3.258000 .yg jtuh tmpo tgl 23 maret 2020 sya bru byr 08 April 2020 Total brikut dnda 3.41000..tlng Di prhtikn sya pasien ODP

    Balas
  • April 8, 2020 pada 10:11 am
    Permalink

    Sy keredit di cikarang sama FIF tp katanya hanya husus yg kena penyakit covid19 aja yg bisa di tangguhkan

    Balas
  • April 8, 2020 pada 10:14 am
    Permalink

    Sy nanya sama orang FIF katanya yg bisa di tangguhkan hanya yg terkena virus covid19 aja jangan memampaatkan situasi itu kata orang survainya di daerah cikarang

    Balas
  • April 8, 2020 pada 11:05 am
    Permalink

    iya pak Hj Herman Hn d.ksh teguran dl buat lesing2 d.bank2 yg msh narik ansuran kshhan rakyat kecil…😂😂😂

    Balas
  • April 8, 2020 pada 11:19 am
    Permalink

    Iya…betul sekali..masih pada nageh tuch…kalo gx bayar katanya motornya diambil..trus marah2 lagi…pokoknya tagihan itu masih berjalan seperti biasa…dan yang nagih tetep ngeyel…harus dibayar…

    Balas
  • April 8, 2020 pada 11:35 am
    Permalink

    Dgn hormat,pmbyrn di ACC No.01500504002298794.Rp. 3320000,jth tmpo hr libur 05-APR-20.Lakukn pmbyrn diawal utk mghindari denda.Info-1500599

    Balas
  • April 8, 2020 pada 12:34 pm
    Permalink

    Assalammu’alaikum wr wb. saya nama Ganjar waluyono ikut prihatin pada rekan driver ojol tersebut, dan saya atas nama pribadi mengutuk keras tindakan laesing yang dengan sengaja tidak mengindah kan Intruksi persiden. Dan ini contoh salah satunya, masih banyak laesing2 yang serupa yang memang pemerintah harus bertindak tegas. Karena ini Intruksi dari Pimpinan tertinggi di negara ini. Jadi apa guna nya persiden mengeluar kan Inturksi ,kalau tidak di jalan kan. Dalam arti kata tidak ada wibawa persiden di mata para laesing tersebut. Jadi sekali lagi antara persiden dan jubir nya harus di singkron kan. pesan untuk Pak persiden Ir Joko Widodo. Tolong kalau mencari jubir itu yang bisa di ajak kerja sama dan yang mendukung program2 Bapak bukan yang mau cari tenar dan suka nya sendiri. Terima kasih dan Wassalam.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 12:47 pm
    Permalink

    OJK pun sama, mereka saling lempar, terkait masalah ini,

    Balas
  • April 8, 2020 pada 1:07 pm
    Permalink

    Saya sebagai debitur kredit kendaraan bermotor, sebenarnya sedikit kecewa dgn apa yg sudah terjadi lapangan. Tidak real dgn hasil relaksasi dari Bpk presiden Jokowi. Bpk Jokowi mengumumkan bawasan nya kredit cicilan motor akan di tindakan selama satu tahun. ini kita di kasih pilihan type A & B. Trus bunga tiap bln kita harus yg membayar. Bagaimana mau membayar, sdngkan saya sendiri tidak bekrja dan di liburkan sampai batas yg tidak di tentukan. Makan sehari” hari saja sudah susah. Aplgi buat bayar cicilan motor. Itu pun persyartan di setujui klw debitutr terkena wabah covid- 19 atau ODP. Jujur saya merasa kecewaa dan perihatin dgn nasib orang susah yg trus saja di bodohi. Padahal pihak lesieng di kendalikan dgn pihak OJK. Trma kasih sebelumnya

    Balas
  • April 8, 2020 pada 1:24 pm
    Permalink

    Lanjut kan pak .kepresiden yg tak mau ikut aturan..

    Balas
  • April 8, 2020 pada 1:50 pm
    Permalink

    Di swiping 1/1 pak lesing nya ksh sanksi tegas

    Balas
  • April 8, 2020 pada 3:57 pm
    Permalink

    Terus terang saya sedang dalam dilema pak… Saya yang bernama kuat ardiyanto warga tanjung bintang lamsel.
    Beberapa hari yg lalu juga di tagih fif, atau leasing…
    Padahal saya sudah dengar berita, katanya kredit di tunda 1 thn oleh bpk presiden indonesia. Tpi leasing mlh mengatakan pd saya,tdk bisa. Jka bpk ingin memperpanjang tempo kredit bisa,lalu saya jwb, bagai mana dengan kebijakan bpk presiden, katanya angsuran ditunda 1thn, mlh leasing menjawab, nek ditunda 1thn yo leasing bangkrot. Saya jdi bingung hrs gimana.aturan pemerintah harus ditegaskan. Saya mewakili tmn tmn,
    Mohon keluhan saya bisa sampai ke bpk presiden yg terhormat. Krna saya rakyat kelas bawah yg bth perhatian bpk presiden.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 4:00 pm
    Permalink

    Mayoritas leassing memang tidak mengindahkan instruksi.. Menurut saya.. Mesti ada team untuk cek ke lapangan.. Seolah mereka konsumen.. Ajak kawan atau sahabat mereka yg jadi konsumen.. Lalu lakukan tindakan selanjutnya..

    Balas
  • April 8, 2020 pada 4:41 pm
    Permalink

    Kalau begitu, kita para sales tolong di pikirkan juga pak.
    Kami para sales motor(kendaraan), tidak dapat uang/gajih bila tidak ada penjualan kendaraan
    Karna kami di gajih bila ada “jualan”
    Sekali lagi pak, Mohon pikir kan kami juga para SALES lapangan

    Balas
  • April 8, 2020 pada 4:46 pm
    Permalink

    Bagus pak sy dukung bpk, tapi klau mau bg kan rmh kerumah pak,bnyak orang yg menderita gk kebagian,di tilep RT,yg di bagikan sodaranya dlu udah iu warga nya,ma,f ini masukan aja

    Balas
  • April 8, 2020 pada 4:47 pm
    Permalink

    kami juga para ibu2 msh di mintai angsuran pak tiap minggu nya dri pt pmn mekar..smentara pemasukan kmi minim.alesan petugas krna tdk ada intruksi dri prusahaan mereka untuk libur pak..

    Balas
  • April 8, 2020 pada 5:12 pm
    Permalink

    Saya masih dapat tagihan di leasing FIFgroup…
    Pdahal saya sudah bicara, keadaan keuangan sedang tidak memungkinkan.. tpi tetap saja dtagih.

    Tlong pak… dtindak FIFgroup, masa iya tdak ad kringan sama skali…
    Gmn saya mau bayar angsuran tiap bulan nya, sdangkan sya krjaan ojol sedang susah orderan.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 5:36 pm
    Permalink

    Kata presiden angsuran motor diringankan selama 1 tahun tapi nyata nya saya menanyakan kepada kantor FIF group dikedaton malah angsuran motor diturun kan sedikit terus bulanan nya ditambah ini malah berbunga duit nya dan saya tidak mengambil keduanya jadi gimna ini pak pekerjaan kami diliburkan akibat covid 19 dan gaji kami juga tidak dikeluarkan kami minta keringanan nya dong kami ini hanya masyarakat biasa

    Balas
  • April 8, 2020 pada 5:44 pm
    Permalink

    Jadi gmna kebijakan nya pak

    Balas
  • April 8, 2020 pada 6:20 pm
    Permalink

    Sy juga punya utang di lesing FIF.namun sy blm tau kebijakan pihak lesing apa sy bisa ada kelonggaran seperti yg di intruksi kan peresidin.karna sy buruh harian lepas..walau pun sy tidak terkena copit.19.atau karona.namun mata pencarian sy terdampak skrg ini bisa makan untuk sehari hari aja udah bersukur.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 7:58 pm
    Permalink

    Sungguh belarakyat pak…km bkn tdk mw bayar hutang Bank/leasing ,km hrs mmikirkan anak stri,mnggu,atw bln kdepan mkn dr mn?toh penghasilan lumpuh,,entah sampai kpn..corona ni berakhir,,d benak kami ,km percaya dgn pemerintah dr smw yg d perintahkan,,do a utama km jgn sampai virus ini singgah d antara km…aplgi sampai sakit…untuk saat ini sgl tagihan sangat mmbuat km panik…krn km bkn PNS…BWT YG terhormat bpk walikota,,,bntu km wargalampung mnyampaikan,,mmbnarkan kt2 yg salah sampai pd k intinya…terimakasih

    Balas
  • April 8, 2020 pada 10:56 pm
    Permalink

    Bukan hanya ojeg online ..nasib kita yg hidup dari usaha nyanyi dari hajatan total gak bisa nyari rejeki bantuan” dari pemerintah pun tidak ada sama sekali .saya perantauan yg tinggal daerah Cibitung -Bekasi .

    Balas
  • April 8, 2020 pada 11:21 pm
    Permalink

    Selamat pagi pak kami sebagai warga bandar lampung memang sdah berusaha kesana kemari untuk cari uang, sy sndiri pnya cicilan leasing dan sy sbagai driver online sdh berusaha se maksimal mungkin namun apa daya pak imbas covid 19 ini kami tdk dapat penghasilan jd secara otomatis kami tdk bsa bayar cicilan. Namun apa daya dengan ego dan dng hebat nya perusahaan leassing tdk mau tau mereka ttp minta d bayar cicilan mbl nya.lalu bagaimana kputusan presiden yg kmren d gembar gembor kan (inpres) saja tdk d turuti oleh mreka. Tp memang hanya d lampung saja pak yg demikian di daerah lain lessing dan bank sdh mengikuti inpres.jd tolong kami pak sy mengawakili skian banyak tmn2 yg pnya cicilan d leassing atau d bank. Tolong di bantu pak mengingat pak herman lah org yg bs d dengar oleh mereka para lessing dan klo memang bpak mse tdk d indahkan lenjut kan saja pak ke meja pak presiden pak. Agar lesaing2 d lampung ini tau bahwa inpres tdk bsa d spelekan.terima kasi sebelum nya pak…

    Balas
  • April 9, 2020 pada 12:46 am
    Permalink

    Sy sbg masyarakat yg tinggal di lampung sy masih keberatan dengan adanya penagihan di PNM mandiri dan BTPN syariah…keadaan begini susah masih saja ada penagihan…semua sektor perekonomian melemah…pedagang mengeluh krn sepii..bgt jg masyarakat lainnya yg bekerja harian…jd sy mohon kepada bpk HERMAN HN bisa segera menindak lanjuti masalah kami..krn petugas dr BTPN syariah dan PNM mandiri pada ngeyel minta kami bayar angsuran…malah ada yg kesannya memaksa

    Balas
  • April 9, 2020 pada 2:45 am
    Permalink

    betul pa..sy setiap hari dapat tagihan dari lesing,,padahal usaha sy sangat terdampak corona,mohon tindak lanjutnya pa..

    Balas
  • April 9, 2020 pada 6:42 am
    Permalink

    Pihak lesing yang berada di Bandarlampung sampai saat ini masih menagih biaya angsuran kendaraan.khusus roda dua…
    Kolektor masih menagih & datang kerumah.

    Balas
  • April 9, 2020 pada 8:50 am
    Permalink

    Ass pak.
    Saya juga sama pak, saya ojol juga orderan tidak ada, sekali nya ada manjadi rebutan pak, saya juga di paksa untuk bayar pak ansuran kredit motor oleh lesing pak, padahal pemasukan tidak ada pak karna dampak virus ini 😢😢😢

    Balas
  • April 10, 2020 pada 11:03 am
    Permalink

    Benar bapak Herman , istri saya ada pinjaman kelompok di pinjaman mekar,anak perusahaan PNM , masih di tagih angsuran,padahal wabah ini dampak yg paling terasa kalangan bawah , padahal tujuan mekar untuk bantuan UKM ,tapi mereka masih ngotot nagih angsuran

    Balas
  • April 10, 2020 pada 11:44 am
    Permalink

    Pak saya kredit motor di adira finance. Sy dpt penangguhan cm 2 bln tpi hrus byr admin 375 dn bunga angsuran naik 20rb perbulan ..gmn itu pak.. In nmya pemaksaan bukan meringankn tp tmbh beban. Krn suku bunga naik dn ad admin yg setengah dr angsurn hrnya untuk 2 bln. Mnta solusinya pak trims

    Balas
  • April 10, 2020 pada 1:16 pm
    Permalink

    Mohon Bantuan nya Kepada yg berwenang , Saya pun mendapat perlakuan yg sama sudah 1minggu mengusahkan untuk masalah penangguhan yg di umumkan Bpk Presiden RI .. namun Blm mendapatkan hasil ,
    Saya salah satu debitur Lesing Adira

    Balas
  • April 11, 2020 pada 3:31 am
    Permalink

    Ga usah instruksi atau membuat steamant apapun, bila tidak bisa di pertanggung jawabkan

    Balas
  • April 12, 2020 pada 1:30 am
    Permalink

    Betul tuh pak sampe ngancem mau di penjarain, pdahal tau keadaan ky gni dgang gak bsa kerja juga d liburin trs kita mau dpt duit nya dr mna, udah bsa mkn aja alhamdulillah

    Balas
  • April 12, 2020 pada 11:41 am
    Permalink

    Di banjarmasin seperti itu juga pihak leasing selalu menagih dan dia tidak memberikan keringanan apa pun tentang yg berdampak dengan covid 19 mereka ingin tetap custumer selalu membayar tiap bulanya dengan tepat waktu

    Balas
  • April 23, 2020 pada 2:40 am
    Permalink

    Gimana ini pak kami warga lampung yg bekrja di jkt kami punya kredit motor pekrja an kami di jkt sudah hilang ‘krnacovit 19. Tapi kami harus membayar kerdit kami setiap bulan ,sedangkan kami sudah gk ada pekerja an lg.tolong kami pak untuk menangguhkan kredit kami selama covit 19 ini .makasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *