Katanya Di Gratiskan, Tapi Kok Banyak Pelanggan PLN Keluhkan Lonjakan Tarif

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Pasca pemberian subsidi dan gratis pelanggan PLN, dimasa darurat corona ini. sejumlah masyarakat malah mengalami peningkatan tagihan.

Pembebasan tagihan diberikan kepada pelanggan subsidi dengan daya 450 VA serta diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA subsidi. Namun sejumlah pelanggan reguler justru mengalami kelonjakan tagihan mulai dari 50 hingga 100 persen.

Ferry Nuryadi, Beringin Jaya, Kemiling, membeberkan bahwa dirinya mengalami kelonjakan tagihan hingga seratus persen. Padahal, penggunaan atau pemakaian kebutuhan listrik tidak ada kelonjakan dalam beberapa bulan terakhir. “Saya biasa bayar Rp200 ribu, tapi kok ini tagihan listrik jadi Rp400 ribu. Belum lagi ditambah tunggakan bulan kemarin, jadi saya harus bayar Rp800 ribu,” terangnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Sapto Waluyo, warga Kemiling, saat ditemui di loket pembayaran berjalan, Kantor PLN Wilayah Kota Bandarlampung, Senin (6/4).

Dirinya yang berharap mendapatkan subsidi justru malah mengalami peningkatan tagihan hingga 50 persen. “Sangat berat sekali, biasnaya sekitar Rp200 ribu, ini sampai Rp300 ribu. Kirain kalau dikasih subsidi semuanya dapet ternyata enggak,” bebernya.

Berdasarkan keterangan kasir yang disampaikan Sapto, hal itu lantaran kode pelanggan PLN miliknya terdapat R1M, sedangkan untuk subsidi kode tersebut berupa R1 saja. “Tadi kata kasir karena ada R1M nggak dapet bantuan. Sudah untuk makan aja susah, kenapa PLN kok malah naikin. Nah ini solusi dari PLN itu gimana, kayaknya kita sudah bikin seirit mungkin,” jelasnya.

Demikian juga diungkapkan Arif, warga Wayhalim, mengeluhkan kenaikan tagihan listrik di masa pandemik ini. “Ya sangat berat, kalau bisa seperti semula, jangan ada kenaikan, Karena pengaruh virus Covid-19 ini,” kata dia.

Hanya saja, saat awak media mencoba mengonfirmasi terkait hal tersebut, baik di Kantor PLN Wilayah Lampung, dan juga di Kantor PLN Wilayah Bandarlampung, pihak PLN tidak dapat dijumpai. (enj)

8 tanggapan untuk “Katanya Di Gratiskan, Tapi Kok Banyak Pelanggan PLN Keluhkan Lonjakan Tarif

  • April 7, 2020 pada 12:25 am
    Permalink

    Jadi yang nonsubsisi nombokin yg subsidi. Sama ajjah itu mah anak sultaaan

    Balas
  • April 7, 2020 pada 2:39 am
    Permalink

    Saya juga mengalami hal yang sama, bulan Maret yg lalu tagihan saya 260 ribu, bulan April ini 310 ribu

    Balas
  • April 7, 2020 pada 3:22 am
    Permalink

    Bener sekali dibtagihan saya melinjak naik hampir 50 %,biasay hanya 450.000 bulan ini mencapai 700.000.Mana nih pihak pln jangan diamm aja

    Balas
  • April 7, 2020 pada 11:58 am
    Permalink

    Tadi saya bayar listrik di jln marta dinata pontianak, saya kaget tagihan kok dua kali lipat naik. Listrik saya 900VA. Katanya dapat potongan tagihan 50% omongan presiden mana yg betul. Saya kaget dan bingung.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 1:40 am
    Permalink

    Pak presiden tolong dong jangan di buat kami ini makin susah.udah gak ada kerjaan kenapa tarif non subsidi d naikkan.kami ini orang gak mampu pak yg subsidi dapat gratis dan discon tp janganlah d bebankan kami yang susah pak.kami ini pun gak mampu pak.kami mohon pak jangan siksa kami kayak gini pak.

    Balas
  • April 8, 2020 pada 8:23 am
    Permalink

    Inilah pinternya akal-akalan indonesa. Nutupi borok tpi buka borok baru. Dimana sila ke-5 pancasila bung?

    Balas
  • April 11, 2020 pada 6:14 am
    Permalink

    Pemerintah memberikan info tidak ada Kenaikan Listrik Non Subsidi, Menyebarkan Opini boleh tapi sebagai media yang baik harusnya juga menkonfirmasi berita tersebut dengan Judul yang tidak Memancing masyarakat untuk beropini negatif,

    Balas
  • April 11, 2020 pada 6:04 pm
    Permalink

    Jangan2 merambat ke jawa jg nantinya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *