Waduh!!! Ada Tikus Dalam Etalase Makanan di Chandra Super Store

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Video tikus berlarian diatas makanan berjenis daging olahan di Mal Chandra Tanjung Karang, yang sempat viral di media sosial, mendapat respon cepat dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, yang langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Chandra Super Store, pada Rabu (11/2).

TIKUS. Inilah etalase tempat penyimpanan makanan yang terdapat tikus didalamnya, yang sempat viral dimedia sosial. FOTO. LAMPUNG17.COM
TIKUS. Inilah etalase tempat penyimpanan makanan yang terdapat tikus didalamnya, yang sempat viral dimedia sosial.
FOTO. LAMPUNG17.COM

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan mendatangi Supermarket yang berada di Jalan Pemuda No.1 Sawah Lama, Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung,  untuk memastikan langsung dan mengkonfirmasi terkait dengan adanya hama tikus.

Dari pantauan, saat sidak dilakukan tim management Supermarket besar Chandra tanjung Karang tengah membersihkan boks pendingin, Tempat dimana menyimpan sosis, baso, beef, seafood olahan. Saat dibuka, tikus berlari dari bawah freezer menuju kolong kontainer roti chandra. Saat diminta melakukan pembongkaran kardus-kardus yang menumpuk di laci kontainer roti.

Ketika sedang dibersihkan seekor tikus berlari, dan mengegerkan beberapa pengunjung yang sedang belanja. Seketika, seorang pengunjung lainnya membantu menangkap tikus dengan menginjakkan, dan memasukkannya kedalam plastik.

Terkait kejadian itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung Kadek Sumarta yang menyaksikan langsung adanya hama tikus itu, menjelaskan bahwa pihaknya meminta managemen Chandra untuk memberantas keberadaan hama tersebut. “Jadi kami atas nama Pemerintah Daerah melakukan sidak ini, untuk melindungi masyarakat Lampung khususnya Kota Bandar Lampung. Jangan sampai makanan yang tidak layak, sudah terkontaminasi dikonsumsi,” kata Kadek.

Ia meminta agar pihak management Chandra terus mengadakan pengecekan untuk menjaga kebersihan. Agar tidak timbul penyakit yang membahayakan dari makanan, yang biasanya di konsumsi masyarakat dan menjadi bahan pangan pokok.

“Apalagi sekarang ini tengah viral virus corona, sehingga masyarakat harus lebih waspada. Kalau soal makanan nggak bisa main main, Pemerintah sangat proteksi terkait menyangkut makanan.Jangan sampai terulang lagi,” terangnya.

Tekait dengan kejadian ini, Ia akan memanggil pihak management Chandra dan pihak ketiga PT Agrinkon Putra Citra Optima selaku pemberantas hama di Mal Chandra Tanjung Karang. “Kita tidak bisa menyalahkan hanya chandra, sebab yang memegang pertangungjawaban pihak pengelola kepada konsumen ya harus didepan. Jadi kami minta Chandra untuk menindaklanjuti ke pihak ketjga, agar sama-sama bisa kita selesaikan,” ucapnya.

Selain kebersihan dan hama, Chandra juga diminta harus memperhatikan tata laksana barang yang akan di jual. Banyak produk ditemukan ditumpuk menjadi satu dalam satu boks kertas, dan ditumpuk dibawah kontainer roti.

“Kita mohon kiranya bisa menjaga keamanan pangan fan jaga lingkungan. Jika sekiranya produk tidak layak jual bisa ditempat kan ditempat yang lain. Dan kotoran di bawah lemari, rak dan pendingin juga dibersihkan,” pungkasnya.

Managemen Chandra Tanjung Karang mengaku akan melakukan komplain kepada perusahaan yang mengelola pemberantasan Hama, dalam hal ini PT Agrinkon Putra Citra Optima. “Kita akan perbaiki nanti akan kordinasi dengan pihak ketiga kita, yang mengendalikan hama tikus maupun kecoa. Selain itu kita juga berusaha semaksimal mungkin menjaga kebersihan barang sesuai seharusnya,” kata Head Store Chandra Tanjung Karang, Hardoyo Atmodjo.

Ia meyampaikan, jika pihaknya berjanji kepada Dinas Ketahanan Pangan untuk memanggil pihak ketiga nya. Dan akan lebih kontrol lagi dalam hal kebersihan. “Saya juga akan ajak kepalanya dari pihak ketiga untuk ketemu dengan pak kadis Ketahanan Pangan, untuk bisa berkonsultasi agar toko ini lebih baik,” jelasnya.

Ia mengaku sampai saat ini, pihak Chandra masih melakukan penyelidikan keberadaan hama tikus yang bisa memasuki show case makanan daging olahan, didalam supermarket Chandra. “Saya kurang tau persisnya tikus ini dari mana, dari  pihak ketiga sering telusuri tapi persisnya kita nggak tau. Mungkin dr saluran air, tapi kalau ditanya asalnya dari mana saya nggak bisa ngomong sekarang,” ungkapnya.

Bahkan terkait adanya video viral yang beredar diambil Konsumen Chandra, dirinya juga baru mengetahui. “Kejadian tikus masuk ini lagi cari indikasinya karena belum jelas. Itu video diambilnya kapan juga belum tau. Videonya sudah kita liat tapi persisnya kita nggak ada informasi yang jelas,” pungkasnya.(enj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *