12 Kecamatan di Bandarlampung Rawan Bencana

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Memasuki musim penghujan saat ini curah hujan dengan intensitas deras kerap terjadi, terutama di wilayah Kota Bandar Lampung. Yang akhirnya berdampak banjir di beberapa daerah atau kecamatan yang ada di kota berjuluk Tapis Berseri itu.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, memasuki musim penghujan terutama sejak bulan desember 2019 lalu. sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir terutama pada tanggal 28 desember 2019.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Syamsul Rahman, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Sutarno menerangkan. Pada awal desember lalu hujan sudah terjadi namun dengan intensitas rendah sehingga tidak berdampak banjir. Ketika di akhir desember barulah curah hujan mulai lebat dan akhirnya mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan yang ada.

“Berdasarkan data kita itu di tanggal 28 desember lokasi banjir terjadi di 24 titik, yang tersebar di 19 Kelurahan dan 12 Kecamatan. Yang terparah banjir di Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang dan Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, dengan ketinggian air 1,3 sampaI 1,5 meter,” kata Sutarno, belum lama ini.

Dirinya menjelaskan, 12 kecamatan yang terdampak banjir tersebut diantaranya yaitu Kecamatan Telukbetung Utara, Labuhan Ratu, Tanjung Senang, Sukabumi, Tanjungkarang Pusat, Kedamaian, Bumi Waras, Rajabasa, Tanjungkarang Timur, Telukbetung Timur, Panjang dan Sukarame.

“Kemudian untuk kelurahannya yaitu Kupang Teba, Labuhan Dalam, Pematang Wangi, Way Kandis Permai, Campang Raya, Kurnia Indah, Palapa, Kedamaian, Bumi Kedamaian, Garuntang, Kerawang, Rajabas Raya, Rajabasa Nunyai, Tanjung Gading, Sukamaju, Pidada, Srengsem, Way Lunik dan Way Dadi Baru,” jelasnya.

Untuk di awal tahun tepatnya sampai dengan pertengahan januari 2020 ini tercatat baru satu wilayah saja yang terjadi bencana banjir. Dan daerah itu merupakan tercatat sebagai daerah rawan banjir. “Ini sama seperti akhir tahun lalu di Kelurahana Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, karena memang daerah dataran rendah ditambah dengan curah hujan yang tinggi,” kata dia.

Tidak hanya itu, diawal tahun ini BPBD Kota Bandar Lampung cukup disibukkan dengan penanganan dan evakuasi hewan liar yang masuk ke dalam pemukiman warga. Seperti ular dan biawak yang ikut terbawa aliran banjir sehingga ikut memasuki rumah warga.

“sampai hari ini sudah 3 lokasi kita lakukan evakuasi ular yang masuk ke dalam rumah warga, di tanggal 10 di jalan pulau singkep kelurahan sukabumi, tanggal 13 di jalan pulau sebesai kelurahan sukarame baru dan hari ini di jalan hasanudin kelurahan kupang teba, ada juga evakuasi biawak tanggal 12 di jalan abdi Negara kelurahan gulak galik,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan masuknya hewan liar ke pemukiman warga itu diakibatkan peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Ditambah lagi dengan adanya banjir maka bukan tidak mungkin hewan melatan tersebut ikut terbawa arus banjir.

“Faktornya selama musim kemarau mereka (ular,biawak) kesulitan sumber air dan sumber makanan, begitu hujan kemarin mungkin hewan itu kebawa arus dan akhirnya masuk rumah warga, rata-rata ular yang sudah kita evakuasi itu kobra dan sanca,” pungkasnya.

BPBD Kota Bandar Lampung mengimbau terutama dimusim penghujan ini, agar warga lebih menjaga kebersihan sehingga saluran air tidak tersumbat yang dapat berakibat banjir. Selain itu juga jika didapati adanya hewan liar masuk pemukiman dapat menghubungi BPBD dan akan di lakukan evakuasi oleh petugas setempat.(enj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *